Jelang Pemilihan Dekan, Mahasiswa FH Saburai Dorong Perbaikan Fasilitas dan Kepemimpinan Visioner

BANDAR LAMPUNG, (SA) – Menjelang proses pemilihan Dekan Fakultas Hukum Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) periode mendatang, berbagai aspirasi mulai disampaikan oleh mahasiswa.

Mereka berharap momentum pergantian kepemimpinan tidak hanya menjadi agenda administratif, melainkan menjadi titik awal peningkatan kualitas pendidikan hukum yang lebih progresif, modern, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa.

Berdasarkan tahapan seleksi yang telah ditetapkan, proses pemilihan dekan diawali dengan penjaringan bakal calon oleh Senat Fakultas yang berlangsung sejak 20 April hingga 20 Mei 2026.

Selanjutnya dilakukan penyerahan berkas calon dekan dari Senat Fakultas kepada Panitia Seleksi pada 2–3 Juni 2026, dilanjutkan verifikasi berkas pada 4–5 Juni 2026.

Hasil verifikasi dijadwalkan diumumkan pada 10 Juni 2026. Setelah itu, para calon yang memenuhi persyaratan akan mengikuti uji kelayakan pada 22–25 Juni 2026.

Tahapan akhir berupa penyerahan rekomendasi calon dekan kepada Ketua Yayasan Pendidikan Saburai (YPS) pada 6 Juli 2026.

Di tengah berlangsungnya tahapan tersebut, sejumlah mahasiswa menyampaikan harapan agar pemimpin yang terpilih nantinya mampu membawa Fakultas Hukum Saburai menjadi lebih maju dan kompetitif.

Muhammad Surya Saputra, mahasiswa Semester VI Fakultas Hukum Universitas Saburai, menilai peningkatan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran perlu menjadi salah satu prioritas utama dekan mendatang.

Menurutnya, kenyamanan ruang kuliah memiliki pengaruh besar terhadap kualitas proses belajar mengajar. Ia berharap pihak fakultas dapat melakukan pembenahan fasilitas yang selama ini menjadi keluhan mahasiswa, termasuk sistem pendingin ruangan yang dinilai belum bekerja secara optimal.

“Mahasiswa tentu ingin belajar dalam suasana yang nyaman. Ruang kuliah yang representatif dan fasilitas yang memadai akan sangat membantu meningkatkan konsentrasi dan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Dalam perspektif pendidikan tinggi, kualitas fasilitas akademik merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas proses pembelajaran.

Lingkungan belajar yang nyaman dapat mendorong partisipasi aktif mahasiswa, terutama di fakultas hukum yang menuntut diskusi, argumentasi, dan kajian kritis secara intensif.

Sementara itu, Apria Zikri, mahasiswa Semester VI Fakultas Hukum Universitas Saburai, mengusulkan agar proses pemilihan dekan ke depan dapat lebih melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika.

Menurutnya, partisipasi mahasiswa akan memperkuat nilai-nilai demokrasi kampus sekaligus menciptakan ruang dialog yang lebih terbuka antara pemangku kepentingan di lingkungan universitas.

Ia juga berharap proses seleksi menghadirkan lebih dari satu kandidat agar terjadi kompetisi gagasan dan visi yang sehat demi kemajuan fakultas.

Beberapa nama akademisi bergelar doktor yang disebut memiliki kapasitas untuk berpartisipasi dalam kontestasi tersebut antara lain Dr. Rika, S.H., M.H., Dr. Raja Agung Cerapeboka, S.H., M.H., dan Dr. Andriyansyah, S.H., M.H.

“Semakin banyak calon yang memiliki kompetensi dan visi membangun fakultas, maka semakin kaya pula gagasan yang bisa ditawarkan kepada civitas akademika. Yang terpenting adalah bagaimana Fakultas Hukum Saburai dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitasnya,” kata Apria.

Aspirasi yang muncul dari mahasiswa menunjukkan bahwa pemilihan dekan tidak lagi dipandang sekadar pergantian pejabat struktural.

Lebih dari itu, mahasiswa menaruh harapan besar agar pemimpin yang terpilih mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan hukum di era modern, mulai dari peningkatan mutu akademik, penguatan riset dan publikasi ilmiah, digitalisasi layanan kampus, pengembangan kompetensi lulusan, hingga perbaikan fasilitas penunjang pembelajaran.

Dalam konteks tata kelola perguruan tinggi yang baik (good university governance), keterbukaan terhadap aspirasi mahasiswa merupakan bagian penting dari upaya membangun budaya akademik yang sehat dan partisipatif.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah fakultas tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pimpinan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh unsur civitas akademika dalam berkolaborasi mewujudkan visi bersama.

Satu pesan yang tampak jelas dari kalangan mahasiswa adalah harapan agar pemilihan dekan kali ini melahirkan sosok pemimpin yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga memiliki visi, integritas, kapasitas akademik, serta keberanian melakukan terobosan untuk membawa Fakultas Hukum Universitas Saburai menuju kualitas yang lebih unggul di masa depan.

Sementara itu, Panitia Pemilihan Dekan Fakultas Hukum Universitas Saburai mulai memberikan tanggapan atas berbagai aspirasi yang berkembang di kalangan mahasiswa.

Saat dikonfirmasi, Anwar selaku Panitia Pemilihan Dekan Fakultas Hukum Universitas Saburai menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian dan masukan yang diberikan oleh mahasiswa maupun pihak-pihak yang peduli terhadap kemajuan fakultas.

“Kami mengucapkan terima kasih atas atensi, masukan, dan kepedulian terhadap berbagai hal yang telah disampaikan. Kami sangat menghargai informasi serta aspirasi tersebut sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam upaya peningkatan kualitas layanan dan pengembangan institusi ke depan,” ujar Anwar.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa panitia membuka ruang terhadap berbagai pandangan yang berkembang selama proses seleksi berlangsung. Sikap responsif terhadap aspirasi civitas akademika dinilai penting untuk menjaga iklim akademik yang sehat, transparan, dan konstruktif di lingkungan Universitas Saburai. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *